Just to make you smile.blog

Because of your smile,you make life more beautiful

Pencipta lagu Bengawan Solo meninggal dunia

Leave a comment

Lirik lagu apa kah dibawah ini murid2?
Ha,nilah lagu Begawan Solo.…masa saya disekolah rendah dolu2 kalau ada Hari Guru atau Hari Penyampaian hadiah ke mesti nyanyi lagu ni..tak tau kenapa…Mungkin sebab liriknya mudah diingati…Tapi ni lagu Indonesia..macam lagu patriotiklah buat mereka tu…berkobar2lah semangat mereka kalau nyanyi lagu ni..

Gesang Martohartono, maestro muzik keroncong dan penggubah lagu tersohor “Bengawan Solo” meninggal dunia petang semalam

Walaupun saya kurang mengenali arwah dan arwah tidak mengenali saya (aduh!!… itu sudah pasti dong,kamu pikir kamu itu siapa,lawyer,majistret,dokter) tapi lagu Begawan Solo memang betul2 nostalgia buat diri saya ni..mengembalikan kenangan zaman sekolah rendah dulu2….
Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan, air
meluap sampai jauh
Ref:
Mata airmu dari Solo
Terkurung Gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu
Gesang Martohartono, maestro muzik keroncong dan penggubah lagu tersohor “Bengawan Solo” meninggal dunia petang semalam di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, tempat beliau menjalani rawatan sejak 12 Mei lalu.
Gesang, 92, meninggal dunia pada jam 6.10 petang semalam, menurut pasukan doktor yang merawatnya.
Jenazahnya akan dikebumikan hari ini namun belum ditentukan di mana jenazahnya akan disemadikan.
Akhir Januari lalu, Gesang menjalani pembedahan prostat di hospital yang sama.
Gesang yang dilahirkan pada 1 Okt 1917, dikenali sebagai maestro keroncong Indonesia yang terkenal di Asia, terutama di Jepun.
Lagu Bengawan Solo telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa termasuk bahasa Inggeris, Cina dan Jepun serta pernah digunakan dalam sebuah filem Jepun.
Lagu yang menceritakan tentang sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dicipta pada tahun 1940 ketika Gesang berusia 23 tahun dan mengambil enam bulan untuk dihasilkan.
Sebelum menjadi pencipta lagu, beliau merupakan penyanyi keroncong di pesta perkahwinan.
Gesang yang tidak mempunyai anak, tinggal bersama keluarganya di Serengan, Solo setelah berpisah dengan isterinya pada 1962.
Sebagai menghargai jasanya terhadap perkembangan muzik keroncong, pada tahun 1983 Jepun mendirikan Taman Gesang dekat Bengawan Solo. Taman itu dibiayai oleh Dana Gesang, sebuah pertubuhan yang ditubuhkan di Jepun.
Antara anugerah yang diterima Gesang ialah Bintang Penghargaan dari Maharaja Jepun, Maharaja Akihito pada 1992 dan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Indonesia.

Inilah Asal Muasal Lagu Bengawan Solo Ciptaan Gesang Itu

Artkel dibawah ni saya petik dari TEMPO Interaktif, Jakarta
Nama besar Gesang Martohartono, 93 tahun, di dalam negeri dan luar negeri tak diragukan lagi. Ini terlihat dari penobatannya dari majalah Rolling Stones Indonesia pada 2008. Pada bulan Oktober 2008 itu, majalah ini menobatkan Gesang sebagai salah satu dari 25 tokoh musik besar Indonesia.
Bahkan pada tahun 2008 itu, televisi Cuang Xi China sempat mengabadikan sebagai bagian dari film dokumenter tentang ragam budaya negara-negara ASEAN. Saat pengambilan gambar untuk televisi itu, Gesang diminta bercerita tentang awal mula penciptaan lagu Bengawan Solo.
Dalam ceritanya, Gesang menuturkan, pada 1940 dia sering pergi ke pinggir Sungai Bengawan Solo. Saat kemarau airnya surut, tapi saat hujan meluap. “Lalu saya jadikan lirik ‘Musim kemarau tak seberapa airmu, di musim hujan air meluap sampai jauh’,” katanya kala itu.
Lalu saat pengambilan gambar itu Gesang juga diminta memberi kesan-kesan tentang China. Dia sendiri menuturkan, saat berkunjung ke China pada 1960, sangat terkesan dengan keberadaan Tembok Besar China. Disebutnya tembok tersebut seperti ular naga di pegunungan. Hal itulah yang menjadi inspirasi Gesang menciptakan lagu Tembok Besar.
Kini, sang maestro itu telah meninggalkan kita semua. Tepat pukul 18.10, Kamis (20/5) ia menghembuskan nafas terakhir setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.
Semoga Allah mencucuri rahmat keatas roh arwah dan juga mereka2 yang pergi mendahului kita .amin…
Advertisements

Author: anayusof

A mother to two adorable kids.Working in an engineering consultation firm. Masih baru dalam dunia blogging.Cantik tiada tapi manis ada..he,he,he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s